Chaerul
Saleh bersama Wikana, Sukarni dan beberapa pemuda lainnya, menculik Soekarno
dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok untuk mendesak kedua tokoh itu segera
menyatakan dan menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia setelah kekalahan
Jepang dari Sekutu pada Agustus 1945.
Tokoh
proklamasi bernama lengkap Chaerul Saleh Datuk Paduko Rajo, itu mengawali
pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) di Medan dan kemudian diselesaikannya di
Bukittinggi (1924-1931). Kemudian dia melanjutkan ke HBS bagian B di Medan dan
diselesaikannya di Jakarta (1931-1937). Lalu melanjutkan lagi ke Fakultas Hukum
di Jakarta (1937-1942).

